Fenomena penipuan digital terus berkembang dengan berbagai modus baru yang memanfaatkan tren populer di masyarakat. Salah satu modus yang belakangan menjadi perhatian adalah penipuan digital berkedok drama China atau yang sering disebut dracin. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setelah menemukan sejumlah entitas yang diduga menjalankan aktivitas investasi ilegal dan penipuan dengan memanfaatkan minat masyarakat terhadap drama China.
Melalui unggahan resminya, OJK mengungkap bahwa Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menghentikan kegiatan beberapa entitas yang diduga menjalankan praktik penipuan. Entitas tersebut antara lain CANTVR, YUDIA, Appeninc, VID, dan Sensenowai. Modus yang digunakan beragam, mulai dari penawaran alokasi IPO fiktif, copy trading kripto palsu, tugas menonton iklan, hingga skema menonton drama China dengan janji keuntungan harian dan bonus tambahan.
Menurut OJK, sebagian besar platform tersebut mewajibkan anggota menyetor dana terlebih dahulu dan merekrut anggota baru untuk memperoleh pendapatan yang dijanjikan. Pola tersebut memiliki karakteristik yang mirip dengan skema ponzi atau money game yang mengandalkan aliran dana dari anggota baru.
baca juga”Red Hat AI 3.4 Hadir untuk Permudah Implementasi Agentic AI“
Lonjakan Pengaduan Tunjukkan Ancaman Penipuan Digital Masih Tinggi
Data OJK menunjukkan bahwa penipuan digital masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Sepanjang periode 1 Januari hingga 20 Mei 2026, regulator menerima 17.105 laporan terkait aktivitas keuangan ilegal.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.380 pengaduan berkaitan dengan pinjaman online ilegal. Selain itu, terdapat 2.601 laporan terkait investasi ilegal dan 124 laporan mengenai gadai ilegal.
Sementara itu, Satgas PASTI mencatat telah menghentikan aktivitas 14.966 entitas ilegal sejak 2017 hingga 31 Mei 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 12.824 pinjaman online ilegal, 1.890 investasi ilegal, dan 251 gadai ilegal.
Hingga pertengahan Mei 2026, Satgas PASTI juga telah menghentikan operasional 951 pinjaman online ilegal, delapan penawaran investasi ilegal, serta satu aktivitas keuangan ilegal lainnya. OJK menyatakan telah memblokir akses aplikasi maupun situs terkait dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses penindakan lebih lanjut.
Tawaran Keuntungan Instan Menjadi Daya Tarik Utama
Salah satu ciri paling umum dalam penipuan digital berkedok drama China adalah janji keuntungan yang mudah dan cepat. Pelaku biasanya menawarkan penghasilan harian hanya dengan menonton video atau episode drama tertentu.
Korban sering dijanjikan bonus tambahan apabila mampu menyelesaikan tugas harian yang diberikan oleh platform. Tawaran tersebut sengaja dibuat sederhana agar terlihat realistis dan menarik minat masyarakat yang ingin memperoleh penghasilan tambahan.
Korban Diminta Menyetor Dana di Awal
Modus berikutnya adalah kewajiban melakukan deposit sebelum dapat mengikuti program yang ditawarkan. Setelah melakukan setoran awal, pengguna akan memperoleh tugas menonton drama atau konten video tertentu.
Pelaku kemudian menawarkan peluang investasi tambahan berupa pembelian hak cipta drama China. Mereka menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, padahal produk investasi tersebut tidak memiliki dasar bisnis yang jelas dan cenderung bersifat fiktif.
Saldo Menguntungkan, Tetapi Dana Sulit Dicairkan
Pada tahap awal, korban biasanya diperlihatkan saldo yang terus bertambah di dalam aplikasi. Tampilan keuntungan tersebut digunakan untuk membangun kepercayaan dan mendorong korban melakukan setoran lebih besar.
Masalah mulai muncul ketika korban ingin menarik dana. Pelaku akan memberikan berbagai alasan, seperti biaya administrasi, pajak, verifikasi akun, atau denda tertentu. Setelah korban membayar biaya tambahan, dana tetap tidak dapat dicairkan dan pelaku akhirnya menghilang.
Grup Chat Dipenuhi Testimoni yang Direkayasa
Banyak platform penipuan memanfaatkan grup percakapan untuk menciptakan kesan bahwa program mereka berjalan sukses. Dalam grup tersebut, anggota akan melihat berbagai unggahan berupa bukti transfer, tangkapan layar keuntungan, hingga cerita sukses yang tampak meyakinkan.
Namun, sebagian besar testimoni tersebut diduga merupakan rekayasa yang dibuat untuk memengaruhi calon korban. Pelaku juga sering menggunakan akun palsu yang berpura-pura menjadi peserta aktif.
Mengatasnamakan Perusahaan Besar dan Platform Terkenal
Untuk meningkatkan kredibilitas, pelaku sering mengklaim memiliki kerja sama dengan perusahaan internasional atau platform hiburan ternama. Nama perusahaan asing digunakan agar korban menganggap program tersebut legal dan terpercaya.
Masyarakat perlu berhati-hati terhadap klaim semacam ini. Sebelum bergabung, pastikan informasi kerja sama tersebut dapat diverifikasi melalui sumber resmi dan bukan hanya berdasarkan informasi dari aplikasi atau grup percakapan.
Mendesak Korban Segera Melakukan Pembayaran
Penipu biasanya menggunakan tekanan psikologis agar korban segera mengambil keputusan. Mereka menciptakan kesan bahwa kesempatan investasi atau bonus hanya tersedia dalam waktu terbatas.
Strategi tersebut bertujuan mengurangi waktu berpikir korban sehingga lebih mudah melakukan transfer dana tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Taktik seperti ini menjadi salah satu tanda yang patut dicurigai.
Cara Menghindari Modus Penipuan Digital Berkedok Drama China
Masyarakat dapat mengambil sejumlah langkah pencegahan untuk menghindari kerugian akibat penipuan digital. Langkah pertama adalah memeriksa legalitas platform melalui kanal resmi OJK dan otoritas terkait sebelum melakukan transaksi.
Selain itu, hindari tawaran pekerjaan atau investasi yang mengharuskan setoran dana di awal. Program yang menjanjikan keuntungan tinggi dengan risiko rendah juga perlu dicurigai karena sering menjadi ciri investasi ilegal.
Masyarakat juga disarankan untuk tidak mudah percaya pada testimoni yang beredar di media sosial maupun grup percakapan. Selalu lakukan verifikasi independen sebelum mengambil keputusan keuangan.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya kepada OJK atau Satgas PASTI melalui kanal pengaduan resmi. Pelaporan yang cepat dapat membantu mencegah lebih banyak korban dan mempercepat proses penindakan terhadap pelaku.
Waspada Modus Baru, Tingkatkan Literasi Keuangan Digital
Kemunculan penipuan digital berkedok drama China menunjukkan bahwa pelaku kejahatan terus menyesuaikan modusnya dengan tren yang sedang populer. Mereka memanfaatkan minat masyarakat terhadap hiburan digital untuk membangun kepercayaan dan menarik korban.
Karena itu, peningkatan literasi keuangan digital menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerugian. Masyarakat perlu memahami bahwa setiap tawaran keuntungan yang terlalu mudah dan terlalu besar patut dicurigai. Dengan sikap kritis, verifikasi yang tepat, serta pemanfaatan kanal resmi pengaduan, risiko menjadi korban penipuan digital dapat diminimalkan.