Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding untuk Tekan Biaya Penyimpanan Video Berbasis AI
Teknologi Kompresi Baru Diklaim Mampu Hemat Storage hingga 50 Persen Tanpa Turunkan Kualitas Rekaman
Hikvision meluncurkan teknologi terbaru bernama Guanlan Encoding, sistem kompresi video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mengurangi kebutuhan penyimpanan data video hingga 30 persen sampai 50 persen tanpa mengorbankan kualitas rekaman penting.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk menjawab tantangan industri keamanan digital yang terus menghadapi lonjakan kebutuhan penyimpanan akibat meningkatnya resolusi kamera, jumlah perangkat pemantauan, dan durasi penyimpanan rekaman video.
Dalam beberapa tahun terakhir, sistem pengawasan video modern menghasilkan data dalam jumlah sangat besar. Hal ini membuat biaya penyimpanan menjadi salah satu komponen paling mahal dalam pembangunan infrastruktur keamanan digital berskala besar.
Guanlan Encoding dibangun menggunakan standar kompresi internasional H.265 dan dikombinasikan dengan Guanlan Large-Scale AI Model milik Hikvision. Melalui pendekatan tersebut, AI tidak hanya digunakan untuk analisis video, tetapi juga diterapkan langsung pada proses encoding atau kompresi data video.
Teknologi ini memungkinkan sistem memahami bagian visual yang dianggap penting dalam sebuah rekaman. Objek seperti manusia, kendaraan, dan aktivitas utama tetap dipertahankan dalam kualitas tinggi, sementara area latar belakang dikompresi secara lebih agresif untuk menghemat ruang penyimpanan.
Baca Juga “Penyalahgunaan Deepfake &Voice Cloning terhadap Keamanan Digital dalam Perspektif Hukum“
Pendekatan tersebut berbeda dibanding metode kompresi konvensional yang memperlakukan seluruh piksel secara setara. Pada sistem lama, pengguna sering dihadapkan pada pilihan antara kualitas gambar tinggi atau efisiensi penyimpanan.
Vice President Hikvision International Business Center Jason Yang mengatakan Guanlan Encoding dirancang untuk mengubah cara kerja kompresi video modern.
Menurut dia, sistem akan memahami isi visual terlebih dahulu sebelum menentukan bagian mana yang harus dipertahankan dalam kualitas terbaik.
“Selama ini efisiensi penyimpanan video hampir selalu mengorbankan kualitas gambar,” ujar Jason Yang.
Hikvision menjelaskan Guanlan Encoding menggabungkan dua mode utama dalam proses kompresi. Mode pertama adalah Dynamic Sensing yang secara otomatis menyesuaikan bitrate untuk menjaga detail pada adegan dengan aktivitas tinggi dan pergerakan cepat.
Sementara mode kedua, Static Optimization, menerapkan kompresi lebih tinggi pada rekaman dengan sedikit aktivitas atau gerakan. Kombinasi keduanya memungkinkan penggunaan kapasitas penyimpanan yang lebih efisien sesuai kondisi di lapangan.
Dalam penerapan skala besar, teknologi tersebut diklaim mampu mengurangi kebutuhan hard disk drive (HDD) dan ruang rak server hingga setengahnya. Pengurangan kapasitas penyimpanan juga berdampak pada penurunan konsumsi energi pusat data dalam jangka panjang.
Efisiensi tersebut dinilai penting karena industri pengawasan video kini menghadapi tantangan meningkatnya biaya operasional data center dan kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang.
Hikvision juga melakukan pengujian internal untuk membandingkan performa Guanlan Encoding dengan kompresi H.265 konvensional. Hasilnya menunjukkan penghematan bitrate yang cukup signifikan pada berbagai skenario penggunaan.
Pada area kantin dengan pemantauan selama 24 jam, teknologi ini mencatat penghematan hingga 49 persen. Sementara di area pintu masuk perkantoran dengan lalu lintas padat, penghematan mencapai 42 persen.
Untuk lingkungan lobi kantor perusahaan, Guanlan Encoding mampu mengurangi kebutuhan bitrate hingga 38 persen. Bahkan pada kawasan komersial dengan aktivitas tinggi, sistem masih mampu menghemat sekitar 18 persen dibanding kompresi biasa.
Selain efisiensi penyimpanan, kompatibilitas menjadi salah satu fokus utama pengembangan teknologi ini. Hikvision memastikan Guanlan Encoding tetap menggunakan standar H.265 sehingga dapat digunakan dengan dekoder yang sudah ada, termasuk perangkat dari produsen lain.
Format encoding, resolusi, dan frame rate juga tidak mengalami perubahan sehingga implementasinya dinilai lebih mudah diterapkan pada sistem lama maupun proyek baru.
Teknologi ini saat ini telah tersedia pada sejumlah lini produk Hikvision, termasuk kamera jaringan, kamera PTZ seri DeepinView(X), kamera seri Ultra, perangkat dengan teknologi ColorVu 3.0, hingga DVR Hikvision.
Perusahaan menyebut dukungan Guanlan Encoding akan diperluas ke lebih banyak produk dalam waktu mendatang. Teknologi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengawasan di berbagai sektor, mulai dari kawasan perkantoran, pusat ritel, fasilitas publik, hingga infrastruktur vital.
Perkembangan teknologi AI dalam sistem keamanan video kini semakin cepat. Sebelumnya, AI lebih banyak digunakan untuk pengenalan wajah, analisis perilaku, dan deteksi objek.
Namun, Guanlan Encoding menunjukkan tren baru di industri, yaitu penggunaan AI langsung dalam proses pengolahan dan kompresi data video. Pendekatan tersebut memungkinkan sistem menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas informasi penting.
Di tengah pertumbuhan industri pengawasan digital global, efisiensi penyimpanan menjadi salah satu kebutuhan utama perusahaan dan institusi. Penggunaan kamera resolusi tinggi seperti 4K dan 8K membuat volume data meningkat drastis setiap tahun.
Karena itu, teknologi kompresi berbasis AI diperkirakan akan menjadi standar baru dalam sistem keamanan video modern. Selain mengurangi biaya penyimpanan, teknologi tersebut juga membantu menekan kebutuhan energi dan infrastruktur pusat data.
Ke depan, integrasi AI dalam proses encoding diprediksi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pemantauan real-time dan analisis video berbasis cloud. Hikvision menilai pendekatan kompresi berbasis konteks visual akan menjadi arah baru industri keamanan digital global.
Baca Juga “Paus Leo XIV Minta AI Dikendalikan demi Melindungi Manusia“