Arab Saudi Gunakan AI dan Teknologi Modern untuk Pengamanan Haji 2026
Pemerintah Arab Saudi memperkuat sistem pengamanan Haji 2026 dengan memanfaatkan teknologi modern dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk memantau jutaan jemaah secara real time demi menjaga kelancaran dan keselamatan selama musim haji berlangsung.
Baca Juga “Jangan Cuma Jadi Penonton! AI Center UNM Ajak Anak Muda Bangun Teknologi AI Sendiri“
Penggunaan AI menjadi bagian penting dalam pengawasan arus kendaraan, pengaturan pergerakan jemaah, hingga deteksi potensi kepadatan di kawasan suci. Sistem ini diterapkan di sejumlah titik utama seperti Mina, Arafah, Muzdalifah, dan Masjidil Haram.
Sistem AI Pantau Kepadatan Jemaah dan Arus Kendaraan Secara Real Time
Panglima Pasukan Pertahanan Sipil Hamoud bin Suleiman Al Faraj mengatakan dukungan teknologi modern membantu pemerintah memperkuat langkah pencegahan risiko selama pelaksanaan ibadah haji.
Menurutnya, sistem AI mampu menganalisis pola pergerakan jemaah dan kendaraan secara cepat sehingga petugas dapat mengambil keputusan lebih efektif di lapangan. Teknologi tersebut juga digunakan untuk mengurangi risiko penumpukan massa saat puncak ibadah berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Pusat Kendali Terpadu 911 di Makkah pada Jumat, 22 Mei 2026. Pemerintah Saudi juga memperlihatkan langsung cara kerja sistem pintar yang digunakan selama musim haji.
Teknologi AI Bantu Deteksi Pelanggaran dan Atur Jalur Alternatif
Selain memantau kepadatan jemaah, AI juga dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi kemacetan dan mengatur jalur alternatif menuju kawasan suci. Sistem tersebut membantu petugas mengendalikan arus kendaraan agar perjalanan jemaah lebih lancar dan aman.
Teknologi AI juga dipakai untuk mengidentifikasi kendaraan maupun individu yang mencoba memasuki kawasan haji tanpa izin resmi. Pemerintah Saudi menilai sistem digital membantu mempercepat pengawasan di berbagai pintu masuk utama menuju Makkah.
Berdasarkan laporan media Saudi, AI turut digunakan untuk memprediksi kepadatan massa dengan memanfaatkan data historis dan kondisi aktual di lapangan. Informasi itu membantu otoritas mengatur jadwal pergerakan jemaah agar tidak terjadi penumpukan di titik rawan.
Lebih dari 1,5 Juta Jemaah Tiba di Arab Saudi
Otoritas Saudi mencatat lebih dari 1,518 juta jemaah dari luar negeri telah tiba di Arab Saudi hingga Jumat sore. Sebagian besar jemaah masuk melalui jalur udara dengan jumlah mencapai lebih dari 1,457 juta orang.
Para jemaah dijadwalkan bergerak secara bertahap menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf pada 26 Mei 2026. Pemerintah Saudi memperkirakan kepadatan akan meningkat mendekati puncak ibadah haji sehingga pengawasan diperketat di seluruh jalur utama.
Komandan Pasukan Paspor Haji Saleh bin Saud Al Muraba mengatakan pengendalian arus jemaah menjadi perhatian utama pemerintah tahun ini. Saudi juga terus memperkuat sistem izin dan infrastruktur keselamatan dalam beberapa tahun terakhir.
Ribuan Pelanggar Aturan Haji Berhasil Dicegah
Dalam operasi pengamanan terbaru, aparat Saudi mengungkap 7.733 pelanggar aturan residensi, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan yang mencoba memasuki Makkah secara ilegal.
Petugas keamanan juga menolak masuk sekitar 366.000 orang tanpa izin resmi di berbagai titik pemeriksaan menuju Makkah. Selain itu, ribuan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pelanggar aturan haji turut disita oleh aparat keamanan.
Pemerintah Arab Saudi menilai penggunaan AI dan teknologi digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan keselamatan jemaah di tengah jumlah peserta haji yang terus bertambah setiap tahun. Sistem pengawasan modern diharapkan mampu membuat pelaksanaan ibadah haji lebih tertib, aman, dan efisien pada masa mendatang.
Baca Juga “AI China Makin Menggila, Dari Data Center Bawah Laut hingga Robot Pemetik Teh“